BEASISWA BIDIKMISI 2012

Standar

 

SASARAN
Lulusan satuan pendidikan SMA / SMK / MA / MAK atau bentuk lain yang sederajat tahun 2011 dan 2012 yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi.

JANGKA WAKTU PEMBERIAN BANTUAN
Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 (delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 (enam) semester untuk program Diploma III.

Untuk program studi yang memerlukan pendidikan keprofesian atau sejenis, perpanjangan pendanaan difasilitasioleh PTN penyelenggara Bidikmisi.

PERGURUAN TINGGI PENYELENGGARA
Penyelenggara program Bidikmisi adalah seluruh perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang selanjutnya disebut PTN.

HARGA SATUAN DAN SUMBER DANA
Harga satuan bantuan biaya pendidikan tahun 2012 adalah sebesar Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah) per mahasiswa per semester yang terdiri atas bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa dan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang dikelola oleh PTN. Sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

SELEKSI

  1. PTN menyeleksi penerima Bidikmisi sesuai kuota melalui pola:
    1. Seleksi Nasional yang terdiri atas SNMPTN (Undangan dan Ujian tulis);
    2. Seleksi Mandiri sesuai dengan ketentuan masing-masing PTN; atau
    3. UMPN bagi Politeknik.
  2. Persyaratan, mekanisme dan prosedur penerimaan melalui seleksi nasional SNMPTN mengikuti ketentuan panitia seleksi yang berlaku
  3. Pendistribusian kuota penerimaan masing-masing pola seleksi ditetapkan oleh PTN melalui surat keputusan pimpinan PTN yang ditembuskan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebelum pola seleksi dilaksanakan dan dipublikasikan melalui media.

PERSYARATAN
Persyaratan untuk mendaftar program Bidikmisi tahun 2012 sebagai berikut:

  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2012;
  2. Lulusan tahun 2011 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing- masing PTN;
  3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  4. Kurang mampu secara ekonomi sebagai berikut:
    1. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 setiap bulan;
    2. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp600.000,00 setiap bulannya; dan
    3. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
  5. Untuk peserta seleksi SNMPTN Ujian Tulis dan Seleksi Mandiri harus memiliki potensi akademik memadai, yaitu masuk dalam 30% terbaik di sekolah (semester 4 dan 5 bagi yang akan lulus tahun 2012 atau semester 5 dan 6 bagi lulusan tahun 2011);
  6. Khusus SNMPTN jalur undangan hanya diperuntukkan bagi yang akan lulus tahun 2012 serta memiliki prestasi akademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, yaitu masuk di dalam peringkat terbaik di sekolah yang sama pada semester 3, 4 dan 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi (akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MK), dengan rincian sebagai berikut:
    1. Akreditasi A: 50% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    2. Akreditasi B: 30% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    3. Akreditasi C: 15% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    4. Lainnya: 5% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5.
  7. Pertimbangan khusus diberikan kepada pendaftar yang memenuhi persyaratan 1 s.d. 6, serta mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler paling rendah peringkat ke-3 di tingkat kabupaten/kota atau prestasi non kompetitif lain yang tidak ada pemeringkatan (contoh ketua organisasi siswa sekolah/OSIS);
  8. Potensi akademik dan prestasi yang dimaksud pada butir 5 dan 6 dinyatakan dengan surat rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan Lampiran 2;
  9. Pendaftar difasilitasi untuk memilih seleksi nasional dan/atau seleksi mandiri apabila mendaftar ke:
    1. Semua jenis seleksi nasional (SNMPTN Undangan dan/atau Ujian Tulis);
    2. Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN dengan 2 (dua) program studi pilihan
  10. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi;
  11. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

KUOTA

  1. Alokasi mahasiswa baru pada tahun anggaran 2012 adalah 30.000 orang yang didistribusikan kepada PTN di bawah Kemdikbud.
  2. Alokasi yang ditetapkan untuk setiap PTN disesuaikan dengan jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya dan/atau jumlah mahasiswa di PTN serta pertimbangan lainnya.
  3. Kuota untuk masing-masing program studi ditetapkan oleh masing-masing PTN melalui Surat Keputusan Rektor/Direktur/Ketua dan dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, baik dipenuhi melalui pola Seleksi Nasional atau Seleksi Mandiri.

DANA

  1. Bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa sekurang-kurangnya sebesar Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) per bulan yang ditentukan berdasarkan Indeks Harga Kemahalan daerah lokasi PTN;
  2. Bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang dikelola PTN sebanyak-banyaknya Rp2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per semester per mahasiswa. Dalam pelaksanaannya PTN dapat melakukan subsidi silang antarprogram studi;
  3. Kelebihan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan digunakan untuk pembinaan mahasiswa penerima melalui berbagai bentuk kegiatan penunjang (seperti: pembinaan karakter / pelatihan kewirausahaan dan sejenisnya) yang sepenuhnya diatur oleh PTN;
  4. PTN menetapkan besaran bantuan biaya hidup dan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan melalui SK Rektor/Direktur/Ketua;
  5. Kekurangan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan di PTN, ditanggung oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. PTN dapat mengupayakan dana dari sumber/pihak lain;
  6. PTN memfasilitasi penyediaan dana, sarana dan prasarana belajar mengajar kepada penerima Bidikmisi dengan sumber bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan Bidikmisi atau sumber lain yang relevan;
  7. Ditjen Dikti membebaskan biaya pendaftaran seleksi nasional bagi pendaftar Bidikmisi;
  8. PTN membebaskan biaya pendaftaran seleksi mandiri bagi pendaftar Bidikmisi;
  9. Semua penggunaan dana harus dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

TATA CARA PENDAFTARAN
Tata cara pendaftaran Bidikmisi melalui SNMPTN, UMPN atau Seleksi Mandiri perguruan tinggi adalah sebagai berikut.

  1. Calon pendaftar mengajukan diri kepada Kepala Sekolah untuk direkomendasikan sebagai calon penerima program Bidikmisi.
  2. Kepala Sekolah/Madrasah menyeleksi siswa yang memenuhi syarat dan menyusunnya ke dalam sebuah rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dengan menggunakan formulir pada Lampiran 2;
  3. Tahapan pendaftaran Bidikmisi
    1. Tahap 1. Sekolah mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi ke http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id dengan melampirkan hasil pindaian (scan) (Lampiran 2 bagian F) untuk mendapatkan nomor NISR (Nomor Identifikasi Sekolah Pemberi Rekomendasi). Untuk sekolah yang sudah mempunyai NISR, maka Tahap 1 ini dapat dilewati dan langsung ke Tahap 2;
    2. Tahap 2. Sekolah merekomendasikan masing-masing siswa melalui http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id dengan menggunakan NISR untuk mendapatkan KA(Kode Akses) bagi masing-masing siswa yang direkomendasikan;
    3. Tahap 3. Calon yang direkomendasikan melakukan pendaftaran langsung menggunakan KA masing-masing secara on-line melalui laman http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id kemudian mencetak formulir pendaftaran yang sudah terisi untuk disampaikan ke Kepala Sekolah/Madrasah beserta berkas persyaratan lainnya.
      Calon yang telah menyelesaikan proses pendaftaran Bidikmisi (menyelesaikan semua tahap di atas) akan mendapatkan KAP (Kode Akses Pendaftaran) yang digunakan pada seleksi nasional atau mandiri untuk mendapatkan pembebasan biaya pendaftaran.
  4. Calon mendaftar seleksi nasional atau mandiri menggunakan KAP yang telah diperoleh sesuai ketentuan masing-masing pola seleksi melalui alamat berikut.
    1. SNMPTN jalur Undangan melalui http://undangan.snmptn.ac.id
    2. SNMPTN jalur Ujian Tulis melalui http://snmptn.ac.id
    3. Seleksi Mandiri sesuai ketentuan masing-masing PTN
  1. Sekolah dan atau calon yang tidak dapat melakukan tahapan pendaftaran Bidikmisi (butir 3) secara on-line untuk Seleksi Mandiri karena alasan yang dapat dibenarkan, maka:
    1. Calon mengisi formulir yang disediakan oleh sekolah (formulir dapat diunduh di http://www.dikti.go.id atau http://www.bidikmisi.dikti.go.id) dan selanjutnya formulir yang telah diisi beserta berkas persyaratan lainnya disampaikan ke Kepala Sekolah.
    2. Kepala Sekolah mengirimkan formulir rekomendasi (Lampiran 2), formulir pendaftaran (Lampiran 3) berserta kelengkapan berkas lainnya secara kolektif kepada masing-masing Rektor/Direktur/Ketua PTN yang menyelenggarakan seleksi mandiri sesuai pilihan calon. Surat pengantar rekomendasi diberi keterangan perihal surat tentang ‘Pendaftaran Bidikmisi 2012’ (alamat PTN dapat dilihat dalam Lampiran 4).

Berkas yang harus dikirim meliputi:

  1. Berkas yang dilengkapi oleh calon yang akan lulus tahun 2012:
    1. Formulir pendaftaran yang telah diisi oleh calon yang bersangkutan (butir 5.a) yang dilengkapi dengan pasfoto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 3 (tiga) lembar;
    2. Fotokopi Kartu Tanda Siswa (KTS) atau yang sejenis sebagai bukti siswa aktif;
    3. Fotokopi rapor semester 1 (satu) s.d. 5 (lima) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
    4. Surat keterangan tentang peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah;
    5. Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Kepala Dusun/instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;
    6. Fotokopi Kartu Keluarga;
    7. Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB dari orang tua/wali-nya (apabila mempunyai bukti pembayaran).
  2. Berkas yang dilengkapi oleh calon yang lulus tahun 2011:
    1. Formulir pendaftaran yang telah diisi oleh calon yang bersangkutan (butir 5.a) yang dilengkapi dengan pasfoto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 3 (tiga) lembar;
    2. Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah;
    3. Fotokopi rapor semester 1 (satu) s.d. 6 (enam) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
    4. Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
    5. Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
    6. Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah;
    7. Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala desa/Kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;
    8. Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga;
    9. Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya.

Sekolah harus memastikan PTN yang dipilih calon membuka kesempatan pola seleksi Bidikmisi. Informasi mengenai pola seleksi Bidikmisi di setiap PTN dapat dilihat dalam media informasi seleksi masuk perguruan tinggi.

JENIS SELEKSI
PTN dapat melakukan seleksi Bidikmisi melalui seleksi nasional maupun seleksi mandiri.

  1. Seleksi Nasional
    1. PTN melakukan seleksi terhadap penerima rekomendasi Bidikmisi yang merupakan lulusan seleksi nasional (SNMPTN Jalur Undangan/Ujian Tulis) atau UMPN sesuai persyaratan dan kriteria yang ditetapkan oleh masing-masing PTN;
    2. Seleksi ditentukan oleh masing-masing PTN dengan memprioritaskan pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi, pendaftar yang mempunyai potensi akademik yang paling tinggi, urutan kualitas Sekolah, dan memperhatikan asal daerah pendaftar. Untuk memastikan kondisi ekonomi pendaftar, akan lebih baik kalau PTN melakukan kunjungan ke alamat pendaftar;
    3. Kunjungan ke alamat pendaftar dapat dilakukan dengan mendayagunakan mahasiswa PTN yang bersangkutan atau PTN dari domisili pendaftar dengan mekanisme yang disetujui bersama.
    4. Hasil seleksi nasional calon mahasiswa diumumkan oleh panitia seleksi nasional dan diinformasikan ke Ditjen Dikti melalui Sistem Informasi Manajemen Bidikmisi.
  2. Seleksi Mandiri (Seleksi Lokal)
    PTN dapat melakukan seleksi Bidikmisi melalui seleksi mandiri perguruan tinggi dengan ketentuan:

    1. PTN melakukan seleksi terhadap pendaftar menggunakan jalur, persyaratan dan kriteria khusus yang ditetapkan oleh masing-masing PTN;
    2. Seleksi ditentukan oleh masing-masing PTN dengan memprioritaskan pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi, pendaftar yang mempunyai potensi akademik yang paling tinggi, urutan kualitas Sekolah, dan memperhatikan asal daerah pendaftar. Untuk memastikan kondisi ekonomi pendaftar, dianjurkan kalau PTN melakukan kunjungan ke alamat pendaftar. Disamping itu dapat juga dilakukan verifikasi dan rekomendasi oleh penerima Bidikmisi sebelumnya.
    3. Apabila diperlukan tes lokal yang memerlukan kehadiran fisik pendaftar, maka seluruh biaya untuk mengikuti proses seleksi mandiri termasuk biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh PTN yang bersangkutan;
    4. Hasil seleksi calon mahasiswa diumumkan oleh Rektor/Direktur /Ketua atau yang diberi wewenang melalui media yang dapat diakses oleh setiap pendaftar dan diinformasikan ke Ditjen Dikti melalui Sistem Informasi Manajemen Bidikmisi.

Ketentuan pembebasan biaya pendaftaran SNMPTN

  1. Calon peserta Bidikmisi terlebih dahulu harus mendaftar ke laman http://bidikmisi.dikti.go.id.
  2. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Ditjen Dikti akanmemperoleh KAP dan PIN untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis melalui laman http://ujian.snmptn.ac.id, tanpa harus membayar biaya ujian.
  3. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan seleksi Jalur Undangan atau dinyatakan tidak diterima melalui seleksi Jalur Undangan, maka KAP dan PIN dapat digunakan kembali untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis tanpa harus membayar biaya ujian.
  4. Apabila calon peserta Bidikmisi telah dinyatakan lulus melalui seleksi Jalur Undangan dan berkeinginan untuk mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis, maka PIN yang telah diperoleh dinyatakan tidak berlaku dan yang bersangkutan harus membayar biaya ujian dengan menggunakan KAP yang telah diperoleh sebelumnya.

Jadwal Pendaftaran Bidikmisi
Jadwal Pendaftaran Bidikmisi 2012 adalah sebagai berikut

  1. Bidikmisi untuk SNMPTN jalur undangan : 20 Januari 2012 – 29 Februari 2012
  2. Bidikmisi untuk SNMPTN jalur ujian tulis : 1 Mei 2012 – 29 Mei 2012
  3. Jadwal Pendaftaran Bidikmisi untuk Seleksi Mandiri mengikuti ketentuan masing masing PTN

Sumber: www. bidikmisi.dikti.go.id

PASPOR HARI KETIGA

Standar

Di hari terakhir ini, hanya ada satu agenda yaitu pengambilan paspor yang telah selesai dibuat. Namun karena saya sudah tidak berada di Bandung pada tanggal tersebut maka saya meminta bantuan pada seorang teman untuk mengambilkannya.

Seperti biasa, proses pengambilan melewati antrian yang cukup panjang….dan akhirnya, atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, Kantor Imigrasi Bandung mengeluarkan PASPOR untuk sayah

                                            Inilah PASPOR 🙂 🙂 🙂

Inilah dokumen-dokumen maupun persyaratan-persyaratan yang nanti diperlukan:

Hari Pertama

  1. Potokopi KTP
  2. Potokopi Kartu Keluarga
  3. Potokopi Akte Lahir
  4. Potokopi Ijazah SMA/Sarjana
  5. Potokopi Surat Keterangan Penerimaan Beasiswa (bagi yang mau ke luar karena urusan akademik & beasiswa)
  6. Materai 6000, pulpen hitam
  7. Formulir (dibeli di kantor setempat)

Semua persyaratan diatas dimasukkan ke dalam map formulir dan berikan ke loket pada saat nomor antrian dipanggil. Untuk jaga-jaga, persyaratan asli juga lebih baik dibawa.

Hari Kedua

  1. Uang tunai sebesar 255.000, Kalau bisa uangnya yang pas agar meringankan kerja petugasnya ^^
  2. Jari tangan jangan ketinggalan karena ada pemindaian 10 jari…heheh…

Hari Terakhir

  1. Cukup bawa jiwa dan raga.

TOEFL TEST

Standar

Ngobrol-ngobrol tentang test TOEFL, sekarang ini memang TOEFL sudah menjadi hal yang wajib dilakukan apalagi persyaratan untuk melanjutkan akademik kebanyakan memerlukan skor TOEFL tertentu. Biasanya untuk jenjang S2 di Indonesia minimal skor TOEFL yang dimiliki harus 450-475, bahkan ada beberapa jurusan tertentu seperi Magister Manajemen kalau di ITB mah memerlukan skor 550, wow.

Lain lagi kalau mau ke Luar negeri, biasanya untuk ukuran S2 dan student exchange perlu minimal 550, bahkan ada jurusan-jurusan tertentu yang menerima hanya 600 keatas. Oya, TOEFL disini maksudnya semua test standar bahasa-bahasa tertentu yang diakui internasional, misalnya TOEIC, IELTS, Tuwafl untuk B. Arab, dll. Disini saya menggeneralisir jadi TOEFL saja karena saya baru punya sedikit pengalaman di TOEFL ITP ^^

TOEFL ITP sendiri terdiri dari 3 jenis test. Test pertama adalah test Listening yang terdiri dari XX soal. Soal Listening ini sangat menguji kemampuan mendengar kita dalam bahasa Inggris (yaiyalah namanya juga Listening). Soal-soal di nomor-nomor awal masih mudah kemudian bertahap menjadi sedikit lebih sulit seiring bertambahnya nomor soal.

Listening Test ini terdiri dari Part A, Part B, dan Part C:

  1. Part A biasanya akan ada pertanyaan  setelah selesai 2 kalimat dibacakan, contoh:

X          : “Siapa nama mu?”

Z          : “Nama saya Susi.”

Pertanyaan: siapa nama orang yang ditanya?………………….mudah bukan 😀

Eh serius ini memang seperti itu modelnya, ^^b

  1. Part B berisi pertanyaan dari percakapan yang lebih panjang dari Part A tapi masih relative sama juga pertanyaannya, hanya percakapannya saja yang lebih panjang.
  2. Part C ini pertanyaannya berasal dari sebuah cerita yang dibacakan, mirip telling story,                       dengan versi yang lebih pendek. Nah ini biasanya yang agak-agak susah.

Kemudian Tipe soal kedua adalah Structure and Written Expression (grammar). Yah you know lah aturan-aturan tata bahasa Inggris seperti tenses dan kawan-kawan. Terbagi menjadi dua yaitu mengisi kalimat yang belum sempurna dengan kata yang tepat dan membetulkan kata yang salah dalam sebuah kalimat.

Contoh:

“My name …Gaga”

  1. Is
  2. Are
  3. Them
  4. There

Bisa kan??  ^^b    Sekedar menggambarkan jenis soalnya seperti itu, kalau tingkat kesulitannya nggak sebegitu mudah seperti diatas kok..hhe..

Contoh satunya lagi: My name are Gaga. Pertanyaan: mana yang salah? Mangga dijawab ^_^

Tipe soal terakhir yaitu Vocabulary and Reading Comprehension (disingkat Reading), berisi pertanyaan dari bacaan yang telah diberikan di kertas. Ada pertanyaan yang menanyakan tentang isi bacaan tersebut ada juga pertanyaan yang menanyakan sinonim atau antonym dari vocab yang tertera dalam bacaan. Untuk proporsi nya biasanya bagian vocab lebih banyak daripada pertanyaan tentang isi.

Btw-Btw, saya pernah belajar TOEFL selama satu bulan. Sebelumnya saya nggak ngeh sekali apa yang dimaksud dengan TOEFL itu sampai akhirnya tercerahkan di tempat kursusan 😀 . Berlatih sebanyak mungkin merupakan kunci utama untuk meningkatkan skor TOEFL.

Setelah satu bulan berjibaku dengan TOEFL, setiap hari, 6 jam perhari, 3 kali test per pekan, dan mendengarkan Listening Test layaknya mendengarkan radio akhirnya saya ikut tes TOEFL ITP sesungguhnya di ITB. Dan…Alhmdulillaaah, cukuplah skornya buat nerusin S2 di Indonesia tapi kalo di luar masih kurang. Saya mendapat 537 😀

Saran buat ikut tes TOEFL ITP:

  1. Perbanyak latihan, jangan teori terus belajarnya.
  2. Tempat penyelenggara TOEFL ITP ada di beberapa tempat tertentu, kalau di Bandung di ITB, UPI, BLCI, dll. Daftar dulu sepekan sebelumnya dengan harga 350rb. (ini masih terhitung murah loh, kalau IELTS bayarnya bisa sampai 1,6 jt itu juga ga ngaruh ke skornya. Kalau skornya masih kecil dan mau ngulang lagi, ya bayar lagi dengan harga yang sama heheh…)
  3. Siapkan hal-hal kecil tapi penting sperti pensil 2B, penghapus, dan penggaris untuk membulatkan jawaban kalau perlu.
  4. Tetap tenang, jangan nervous 😉
  5. Kalau memang suka nervous, ga ada salahnya untuk bawa tissue untuk melap tangan yang keringatan (pengalaman pribadi :P) karena kalau tangan keringatan jadi susah untuk membulatkan jawaban.
  6. Terakhir, berdoalah kepada Tuhan. Bismillaaaaaaaaaaah, go ahead!!

PASPOR HARI KEDUA

Standar

Hari ini, Kamis 5 Desember 2011 saya kembali menuju kantor Imigrasi Bandung. Berkaca dari kunjungan sebelumnya, saya datang tepat di pintu kantor jam 7 teng, tapi ternyata orang lain banyak yang datang jauh lebih pagi T_T Saya tetap mendapat nomor antrian yang lumayan bontot, 75.

Ternyata jam 7.00 bisa disebut “kesiangan” untuk ukuran kantor imigrasi hhe. Saya bertekad, saya akan menjadi orang yang pertama datang di masa nanti ketika saya ngurus paspor lagi, semangat!!! #lebay

Ada untungnya juga datang pukul 7 karena waktu antrian tidak selama pada hari pertama. Saya menunggu selama setengah jam sampai giliran saya tiba. Ketika di loket, saya membayar 255.000 dan petugas meminta saya menunggu kembali untuk sesi wawancara dan pemotretan.

Akhirnya tibalah waktu untuk difoto. Saya memasuki sebuah ruangan tempat pemotretan bersama 3 oramg lainnya. Setelah difoto sepuluh jari tangan saya dipindai dan disimpan dalam data kemudian pindah ke meja lain untuk diwawancarai.

Beginilah pertanyaan yang diajukan:

Ibu-Ibu petugas              : Silahkan dicek namanya, alamat, tanggal lahir…(sembari menunjuk ke layar komputer)

Saya                                : Oke cocok J JJ #penuh semangat

Ibu-Ibu Petugas              : Anda buat paspor untuk keperluan apa?

Saya                                : Wisata ke Thailand, Bu (sebenarnya buat paspor ini buat motivasi aja biar cepet bisa belajar di LN heheheh.. Untuk Thailand memang saya ada niatan kesana entah kapan, moga aja nanti terwujud ^_^)

Ibu-Ibu Petugas              : Wisata aja?

Saya                                : Yups

Ibu-Ibu Petugas              : Oke selesai, ntar paspornya diambil tanggal 11 ya..

Saya                                : #$@%^&     surprise ternyata wawancaranya singkat gitu, kirain gimanaaa gituh 🙂 🙂 🙂

Dan selesailah perjalanan di hari kedua ini, Alhamdulillah. Next on PASPOR HARI TERAKHIR

 

Kantor Imigrasi Bandung

 

PASPOR HARI PERTAMA

Standar


Ada apa sih saya buat paspor? gaya pisan..hhe Oke oke hari ini Selasa tanggal 3 Januari 2011 saya datang ke kantor Imigrasi Bandung. Sebelumnya baru saja saya akan berangkat ke Jakarta Selatan karena teman pernah membuat paspor disana namun kemudian terpikir kenapa tidak mencari di Bandung saja, siapa tahu ada, dan akhirnya setelah surfing di internet didapatlah alamatnya yaitu di Jalan Surapati no.3.

Setelah menelusuri jalan cukup lama akhirnya saya mendapatkan kantor tersebut. Pantas saja dari tadi tidak ketemu karena alamat yang tertera di internet salah, ternyata bukan no 3 tapi no 82! Perbedaan yang sangat jauh hhe..

Sesampainya di sana saya langsung menuju ke bagian tempat pengambilan formulir. Disana petugas meminta map yang sebelumnya telah saya beli di kantin setempat. Formulir yang diberi langsung saya isi, perlu dicatat disini bahwa formulirnya gratis tis sedangkan map harusnya ditebus dengan lima ribu rupiah tapi entah mengapa harga di kantin ini sepuluh ribu.

Menurut info yang saya baca di internet harga map memang lima ribu untuk kantor imigrasi di Jaksel, tapi waktu itu saya tidak sempat protes karena terburu-buru. Padahal perbedaannya lumayan jauh tuh, coba kita kalkulasikan jika setiap harinya ada 300 pengunjung maka ada 300X5000=1.500.000 atau 1,5juta rupiah yang didapat dengan tidak seharusnya. Itu baru 300 orang lho coba kalau seandainya membludak sampai 500 orang…ckck Hmm mungkin memang sudah naik kali yah….

Jangan lupa untuk mengisi dengan pulpen tinta hitam dan materai 6000, baiknya hal-hal kecil seperti itu disiapkan dari rumah agar mengefisien-kan waktu. Semakin lama kita mengisi dan melengkapi dokumen, semakin lama pula kita akan mengantri karena pemohon yang datang sangat-sangat banyak. Lebih bagus lagi jika kita dating ke kantor tepat pukul 7 atau lebih pagi lagi agar mendapat nomor antrian pertama.

Saya mendapat nomor antrian A233, dan sekarang masih di A109. Bisa dibayangkan berapa lama saya harus mengantri, coba jika kita hitung 1 orang mendapat pelayanan 3 menit maka (233-109)X3= 372menit à 5 jam lebih! Wow.

Dari segi fasilitas kantor ini hanya memiliki 4 buah toilet yang saya rasa itu sangat kurang sekali jka dibanding jumlah pemohon yang membludak. Hal yang saya sesalkan lagi toilet tersebut bayar, hhe seperti di terminal saja..

Kursi tempat antrian pun masih kurang karena masih banyak pemohon yang berdiri tidak mendapatkan kursi. Padahal jika kursi ditambah mungkin akan lebih membuat suasana menyenangkan ^^

Dan satu lagi, harga makanan di kantin nya super mahal. Mahal sekali, gorengan yang biasanya rp500 jadi rp2rb, aaaaaaaaaaaahhhhh untung saya gak ngambil makanan terlalu banyak  ^_^.

Padahal saya yakin penghasilan yang didapat bagian Imigrasi ini tidak sedikit, pasti ada dana lebih untuk sekedar memperbaiki system atau menambah jumlah toilet, tanpa memungut kembali dari para pemohon. Yah ini hanya sekedar saran dari saya selaku konsumen, mungkin sedikit subjektif juga, tapi saya yakin orang lain juga berpikiran sama seperti saya hhe ^^b

Tibalah nomor saya dipanggil, ternyata bukan 5 jam pemirsa, itu hanya khayalan liar saya saja. Saya menunggu sekitar 1,5 jam kurang lebih. Mungkin karena tidak setiap nomor ada orang nya.

Ketika di loket petugasmemninta berkas-berkas yang saya bawa dan  bertanya meyakinkan nama saya apakah benar seperti yang tertera dan setelah itu menunggu satu menit daaaan……Selesai JJ Untuk hari ini selesai, saya diminta 2 hari lagi datang ke kantor untuk membayar biaya pembuatan dan proses pemotretan dan wawancara.

See you after tomorrow 😀 😀 😀

Kantor Imigrasi Bandung

Laporan UAS Paleontologi

Standar

Fosil Brachiopoda : Circomphalus strigillinus

ASPEK MORFOLOGI DAN KEHIDUPANNYA

Oleh :

Eka Nurmuzaki

12010079

Kode Fosil           : UAS 79

Kingdom              : Animalia

Filum                     : Pelecypoda

Kelas                     : Eulamellibranchiata

Ordo                      : Veneroida

Famili                    :Veneridae

Genus                   : Circomphlaus

Spesies                 : Strigillinus

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2011

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim,

Penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Sebagai syarat yang harus dipenuhi agar dapat lulus dalam kuliah paleontology pada Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung.

Makalah ini berisi tentang deskripsi dan penjelasan mengenai fosil dari Circomphalus strigillinus. Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah masih banyak masih perlu diperbaiki. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar dapat memperbaiki makalah ini agar bisa lebih berguna lagi bagi siapa saja yang membutuhkanya.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Khususnya kepada Bapak Prof. Dr. Yahdi Zaim; Bapak DR. Ir. Yan Rizal, Dipl. Geo; Bapak Dr. Aswan S.T, M.T. selaku dosen mata kuliah paleontologi yang telah banyak membagikan ilmunya,  kepada Mika dan Epo Prasetya K (12008065) selaku asisten praktikum shift Kamis, 11.00-13.00, yang telah banyak membantu dalam praktikum maupun penyusunan makalah ini, dan terakhir kepada Ibu, bapak, sahabat seperjuangan, dan ibu kost yang selalu memberi semangat yang tak henti-hentinya.

Terakhir, penulis mengharapkan masukan-masukan yang membangun demi perbaikannya makalah ini. Selamat membaca!

 

 

Bandung,  November 2011

 

 

Penulis

 

 

 

DAFTAR ISI

Halaman    .

Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………………………       ii

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………………………….         iii

Daftar Gambar ………………………………………………………………………………………………………….       iv

Daftar Tabel ………………………………………………………………………………………………………………       v

BAB I Pendahuluan

 

1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………………………………..     1

1.2 Tujuan ……………………………………………………………………………………………………….      1

1.3 Rumusan Masalah ……………………………………………………………………………………..     2

1.4 Metode Analisis …………………………………………………………………………………………      2

1.5 Sistematika Penulisan ……………………………………………………………………………….      2

BAB II Landasan Teori

 

2.1 Ciri Umum Brachiopoda ……………………………………………………………………………….  3

2.2 Morfologi Umum Brachiopoda …………………………………………………………………….   3

2.3 Aspek Hidup Brachiopoda …………………………………………………………………………….   5

2.4 Klasifikasi Brachiopoda …………………………………………………………………………………  6

2.5 Persebaran Fosil …………………………………………………………………………………………..   9

BAB III Pembahasan

3.1 Morfologi Leptaena rhomboidalis ………………………………………………………………..   10

3.2 Fosilisasi Leptaena rhomboidalis ………………………………………………………………….   11

3.3 Aspek Hidup Leptaena rhomboidalis ……………………………………………………………    11

3.4 Umur Leptaena rhomboidalis ………………………………………………………………………   11

3.5 Taksonomi Leptaena rhomboidalis ……………………………………………………………..    12

BAB IV Kesimpulan dan Saran…………………………………………………………………………………………            11

Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………………………………….    12

 

DAFTAR  GAMBAR

 

                                                                                                                                    halaman

Gambar 1.1 Gambar bivalve……………………………………………………………………………………………..…  3

Gambar 1.2 Morfolofi morfologi cangkang bivalvia……………………………………………………………… 5

Gambar 1.3 Aspek Hidup bivalvia ……………………………………………………………………………………….  6

Gambar 1.4 Gambar fosil 48………………………. ……………………………………………………………………..  8

Gambar 1.5 Jenis fosilisasi………….. ……………………………………………………………………………………. 10

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Paleontologi adalah salah satu bidang ilmu dasar yang berada di ilmu geologi yang mempelajari fosil. Fosil diartikan sebagian sisa organisme termasuk jejaknya yang terawetkan secara alamiah dan berumur lebih tua dari holosen atau 10.000 tahun yang lalu. Proses menjadi fosil disebut dengan fosilisasi. Sisa organisme tidak dapat menjadi fosil bila tidak terendapkan pada lingkungan yang menghambat proses pembusukan dari organisme tersebut.

Fosil dapat digunakan sebagai fosil indeks sebagai penunjuk suatu zaman, masa ataupum kala. Fosil Pelecypoda dapat juga dijadikan penentuan lingkungan pengendapannya.

Selain itu dengan mempelajari fosil, kita juga dapat mengetahui kesamaan lapisan struktur batuan di suatu daerah, menentukan umur relatif  dari lapisan tersebut dan masih banyak lagi manfaatnya. Maka dari pemaparan diatas makalah ini akan menjelaskan mengenai fosil Circomphalus strigillinus berupa jenis fosilisasi, lingkungan pengendapan dan aspek-aspek yang berada pada organism ini.

 

1.2 Tujuan

            Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk dapat menentukan morfologi, fosilisasi, taksonomi, umur dan aspek kehidupan dari fosil Circomphalus strigillinus.

 

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang yang telah dituliskan di atas, maka timbul beberapa pertanyaan:

  1. Bagaimana morfologi fosil ?
  2. Taksonomi dari fosil Circomphalus strigillinus?
  3. Apa jenis fosilisasi dari fosil Circomphalus strigillinus?
  4. Bagaimana aspek kehidupan dari organisme tersebut ?
  5. Berapa umur dari fosil ?

 

1.4 Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan adalah dengan mengambil data-data dan gambaran dari fosil yang akan diteliti dari Laborarorium Paleontologi. Selanjutnya penulis menggunakan studi literatur yang didapat dari berbagai sumber seperti media tulis yaitu buku dan media elektronik yaitu internet. Dari informasi yang didapat ini proses penelitian dimulai.

 

1.5 Sistematika Penulisan

Makalah ini tersusun atas beberapa bab pembahasan:

Bab 1 yaitu Pendahuluan yang menguraikan secara ringkas latar belakang, tujuan penelitian, metode penelitian, rumusan masalah, dan sistematika pembahasan.

Bab 2 yaitu Landasan teori yang memaparkan Pelecypoda secara garis besar seperti morfologi Pelecypoda, aspek hidupnya, dan klasifikasi.

Bab 3 berisi pembahasan mengenai Fosil yang diteliti dan fakta-fakta yang menerangkan penggolongannya, khususnya dalam genus dan spesies.

Bab 4 yang merupakan bab terakhir berisi kesimpulan yang menyimpulkan isi dari makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Landasan Teori

 

2.1 Ciri Umum Pelecypoda

Pelecypoda berasal dari kata Yunani, “pelekys” berarti kapak dan “pous” atau “podos” berarti kaki. Pelecypoda adalah binatang yang memilik kaki seperti kapak. Pelecypoda biasa disebut pula “Lamelliabranhia” yang berasal dari kata “lamella” yang artinya piring kecil atau daun dan “branchia” yang berarti insang. Lamellabranchia adalah binatang yang memiliki insang seperti daun.

Pelecypoda termasuk pada filum Moluska dan merupakan kelompok kedua terbesar dari filum tersebut. Pelecypoda dapat dibedakan dari kelas lainnya dalam filum moluska karena memilik cangkang yang terdiri dari dua buah kulit kerang yang sama besar serta tubuh dan cangkangnya mempunyai simetri bilateral. Tubuh binantangnya ditutupi seluruhnya didalam kedua kulit kerang tersebut.

Hewan ini memiliki dua kutub (bi = dua, valve = kutub) yang dihubungkan oleh semacam engsel, sehingga disebut Bivalvia. Kelas ini mempunyai dua cangkok yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkok ini berfungsi untuk melindungi tubuh. Cangkok di bagian dorsal tebal dan di bagian ventral tipis. Kepalanya tidak nampak dan kakinya berotot. Fungsi kaki untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir.

Cangkok ini terdiri dari tiga lapisan, yaitu :

a. Periostrakum adalah lapisan terluar dari zat kitin yang berfungsi sebagai pelindung.
b. Lapisan prismatik, tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma.
c. Lapisan nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsit (karbonat) yang tipis dan paralel.

Gambar  1.1 Salah satu Bivalvia

 

 

 

 

 

 

2.2 Morfologi Umum Pelecypoda

Rumah pelecypoda terdiri dari dua buah kulit kerang gampingan yang pada umumnya sama besar dan tidak simetri. Kedua kulit kerang ini di bagian dorsal berhubungan sepanjang garis engsel. Berbeda dengan brachiopoda yang memiliki cangkang pedicle dan cangkang brachia yang tidak sama besar, palecypoda mempunyai cangkan kiri dan kanan karena kedua cangkang tersebut terletak di sebelah kiri dan kanan bagian tubuhnya, menghadap ke anterior dan membelakangi posterior.

Pada umunya bentuk cangkang pada sisi dorsal melengkung atau lurus, sedangkan pada sisi ventral membulat. Dimensi cangkang pelecypoda bervariasi dari beberapa millimeter hingga satu meter panjangnya.

Pada fosil pelecypoda, hal-hal yang patut diperhatikan adalah:

  1. Pallial line dan pallial sinus, yaitu bekas melekatnya mantel di bagian dalam cangkang kerang sisi ventral. Bentuk pallial laine pada umunya melengkung sejajar dengan bentuk ujung cangkang. Tetapi pada beberapa genera yang memiliki siphon, membentuk impresi yang melengkung kea rah anterior, disebut pallial sinus.
  2. Umbo dan beak, yaitu bagian yang cembung atau melengkung yang terletak di uung cangkang dorsal. Beak adalah permulaan pembentukan cangkang sedangkan umbo adalah puncak dari suatu cangkang.
  3. Ligament dan lanula, yaitu suatu depresi atau cekungan yang terletak di bagian dorsal sekitar beak. Depresi yang terletak di bagian belakang disebut ligament, sedangkan depresi yang terletak di muka disebut lunula.
  4. Garis tumbuh dan ornamentasi, yaitu gambaran atau ukiran pada permukaan kulit kerang bagian luar. Garis tumbuh merupakan garis konsentris dengan spasi yang tidak beraturan, terbentuk sebagai akibat dari pertumbuhan binatangnya. Permukaan luar kulit kerang pada umumnya halus tetapi banyak juga yang kasar karena terbentuknya ornament seperti ribs, costae, spine dan lainnya.
  5. Anterior dan posterior adductor muscle scar, yaitu jejak urat daging yang ditinggalkan pada kulit kerang bagian dalam.
  6. Hinge line atau engsel, yaitu bagian kulit jerang posterior yang mengandung gigi dan lubang gigi. Engsel ini digunakan sebagai dasar dalam pembagian taksonomi.

 

Beberapa macam bentuk engsel yang telah diketahui:

  1. Taxodont   : Cangkang yang memiliki banyak sekali gigi-gigi epanjang engselnya dengan bentuk dan ukuran yang sama.
  2. Cyclodont  : Cangkang yang memiliki susunan gigi jarang, semacam hine plate, bentuk melengkung.
  3. Isodont      : Cangkang yang memiliki tonjolan gigi yang kurnag lebih sma, di slah satu cangkang timbul gigi, di cangkang pasangannya terbentuk socket.
  4. Schizodont : Cangkang yang memiliki bentuk tebal dan memancar dari bawah peak.
  5. Teteodont  : Cangkang yang memilik banyak gigi tetapi tidak uniform. Bentuk-bentuknya dapat dibedakan menjadi Cardinal teeth yang terletak di bawah umbo dan lateral posterior anterior teeth yang terletak tidak di bawah umbo, kadang-kadang gigi ini hilang membentuk hinge plate.
  6. Dysodont   : Cangkang yang tidak memiliki gigi, hanya merupakan pasangan dari ligament.
  7. Diagenodont: Cangkang yang memiliki susunan gigi yang normal, terdiri dari 3 atau kurang cardinal, dan satu atau dua berkedudukan lateral.

Gambar 1.2 morfologi cangkang pelecypoda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3 Aspek Hidup Pelecypoda

Golongan binatang pelecypoda memiliki daya adaptasi yang tinggi. Lingkungan hidupnya di dalam air, air laut,a ir payau, dan air tawar seperti di sungai dan danau Di air laut pelecypoda hidup dari mulai zona pasang-surut samapi kedalaman 10.450 meter. Sejumlah binatang yang hidup cukup melimpah di dalam danau, sungai, atau air tawar lainnya adalah dari family Unionidae, Mutelidae, dan family Sphaeridae.

Sejak munculnya pada zaman Ordovisium binatang Pelecypoda hidup secara merayap di dasar laut. Sekarang banyak yang hidupnya terpendam sebagian atau seluruhnya dalam lumpur atau pasir, bahkan sebagian lagi ada yang hidupnya mengebor ke dalam kayu atau batuan. Beberapa jenis lagi melekatkan diri dengan mempergunakan bysus, yaitu kumparan benang yang apabila kering menjadi zat tanduk. Beberapa jenis lainnya melekatkan diri untuk selamanya pada suatu benda di dasar laut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.3 aspek hidup bivalvia dan moluska lainnya

 

 

 

 

 

2.4  Klasifikasi Pelecypoda

  1. Ordo Taksodonta

Mempunyai kisaran umur Ordovisium-Resen, mempunyai gigi yang hampir sama besar dan berjumlah 35 buah.

  1. Ordo Anisomyaria

Mempunyai kisaran umur Ordovisium-Resen. Mempunyai dua muscle scar, dimana muscle scar bagian belakang (posterior) lebih besar dari anterior, serta mempunyai gigi dan socket dua buah.

  1. Ordo Eulamellibranchiata

Mempunyai anterior muscle scar yang lebih kecil dari posterior muscle scar, tetapi umumnya sama besar dimana gigi dan susunan giginya tidak sama besar.

 

 

2.5  Persebaran Fosil

Fosil pelecypoda sangat luas mencakup Cambrian sampai sekarang, adapun tempat ditemukannya fosil bivalvia bisa menunjukan tempat dan lingkungan pengendapan karena beberapa dari jenis pelecypoda ini hidup dengan cara infaunal sehingga lebih besar kemungkinan fosilnya untuk tidak berpindah ke lain tempat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Pembahasan

 

3.1 Morfologi Circomphalus strigillinus

Circomphalus strigillinus merupakan hewan dari filum pelecypoda; ordo Eulamellibranchiata yang memiliki kantup setengah lingkaran. Dari kenampakan yang ada di fosil masih terlihat adanya growth line dan hinge line, rib. Orde Eulamellibranchiata adalah orde yang memiliki bentuk cangkang runcing dikarenakan fase hidupnya dengan cara infaunal yaitu mengubur seluruh tubuhnya di dalam substrat. Siphon pada binatang ini ketika masih hidupnya tumbuh dengan baik. Cangkangnya tebal dan relative sama besar antara ukuran cangkang yang satu dengan yang lainnya.

 

 

Gambar 1.4 Bagian vental, dorsal, posterior, dan anterior fosil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2 Fosilisasi Circomphalus strigillinus

Gambar 1.4 fosilisasi

Int

Dari kenampakan yang terlihat dari fosil, dapat disimpulkan bahwa jenis dari fosilisasi fosil Circomphalus strigillinus adalah permineralisasi dan juga internal mold. Permineralisasi adalah proses dimana mineral sebagian masuk menggantikan mineral yang ada atau berada di organisme, biasanya seperti mineral silica (SiO2), kalsium karbonat (CaCO3), besi oksida (FeO atau Fe2O3).

Internal mold adalah masukannya mineral atau butiran-butiran mineral yang mengisi rongga-rongga kosong di dalam sebuah organism. Dalam hal ini, fosil Circomphalus strigillinus tidak sempurna karena sebagian dari cangkang(katup) ada yang berlubang sehingga memungkinkan butiran-butiran mineral dapat masuk melalui lubang yang telah terbentuk dan mengisi rongga yang berada didalam fosil tersebut.

 

3.3 Aspek Hidup Circomphalus strigillinus

Circomphalus strigillinus hidup di dasar laut secara infaunal dengan menggunakan siphon. Hidup pada 30-40 meter di bawah permukaan laut dan posisinya vertikal terhadap substratnya.

 

 

 

3.4 Umur Circomphalus strigillinus

Pelecypoda mulai ada adalah fosil indeks yang baik untuk zaman paleozoikum tapi ada beberapa yang tidak baik digunakan, karena ada beberapa orde yang masih ada hingga sekarang. Leptaena rhomboidalis merupakan fosil indeks yang baik untuk rentang masa dari ordovisium sampai jurrasic atau lebih tepanya pada upper silurian.

 

3.5 Taksonomi Circomphlaus strigillinus

Kingdom                : Animalia

Filum                       : Pelecypoda

Kelas                       : Eulamellibranchiata

Ordo                        : Veneroida

Famili                      :Veneridae

Genus                     : Circomphlaus

Spesies                   : Strigillinus

            Nama fosilnya adalah Circomphlaus strigillinus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

Kesimpulan

 

Dari pemaparan yang telah dijelaskan mengenai fosil Circomphlaus strigillinus dapat disimpulkan bahwa fosil ini termasuk dalam filum pelecypoda yang brarti memiliki morfologi simetri dan setangkup. Terdapat pula growth line. Jenis fosilisasinya adalah permineralisasi dan juga internal mold. Hidup di dasar laut pada kedalaman 30-40 meter dengan cara infaunal dan posisinya tegak lurus terhadap substrat. Fosil ini berumur kisaran ordovisium –Jurassic(upper Silurian).

Taksonomi :

Kingdom                : Animalia

Filum                       : Pelecypoda

Kelas                       : Eulamellibranchiata

Ordo                        : Veneroida

Famili                      :Veneridae

Genus                     : Circomphlaus

Spesies                   : Strigillinus

 

Saran

            Untuk mendapatkan hasil pengamatan yang optimal sebaiknya data dan gambar yang diambil lebih banyak dalam jumlah kuantitas agar proses komparasi atau perbandingan untuk lebih meyakinkan mendapatkan hasil yang benar-benar optimal.

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar pustaka

 

 

http://edukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online/view&id=97&uniq=939 (diakses pikul 11.30 tgl 22 November 2011)

http://www.scribd.com/doc/38696724/Kelas-Pelecypoda  (diakses pikul 11.30 tgl 22 November 2011)

Syarifin, Paleontology Invertebrata, Jurusan Teknik Geologi Universitas Padjajaran Bandung.

Benton, Michael and David Harper. 1997. Basic Paleontology. England : Addison Wesley Longman.

 

 

Muhammad Kholid Mustofa A.K.A Mas Kholid

Standar

Saya pertama kali bertemu dengan Mas Kholid ketika liburan panjang di penghujung Tsanawiyah, ketika UN telah selesai dilaksanakan dan ketika masa-masa hectic mencari SMA dimulai. Waktu itu banyak orang kalang kabut sibuk mencari SMA-SMA yang terbaik untuk melanjutkan sekolahnya, maklumlah nilai hasil UN saja tidak bisa diandalkan untuk meneruskan sekolah ke SMA.

Tetapi karena saya sudah berniat untuk melanjutkan di sekolah yang sama yaitu PPHK maka tidak ada kendala atau kesibukan yang berarti, hanya tinggal mengurus beberapa kelengkapan dokumen saja tanpa test-test tertentu. Bahkan pada 10 hari pertama sekolah di Madrasah Aliyah saya tidak hadir karena masih ada keperluan di Jawa Timur, heheh…

Ketika itu saya mengikuti kursus bahasa Inggris di sebuah “kampung Inggris” bernama Pare di Kediri Jawa Timur. Tak puas sebulan akhirnya saya memutuskan untuk memperpanjang masa kursus menjadi dua bulan dengan alasan masih ada liburan yang tersisa, padahal itulah yang menyebabkan saya absen sepuluh hari pertama di bangku Aliyah ^_^

Bukan tanpa alasan memang saya berani untuk memperpanjang masa kursus. Pare membuat saya sungkan untuk meninggalkannya, jiwa ini terasa hampa jika tak berada di Pare #lebay. Tapi memang demikian, saya merasa kerasan belajar disana.

Hal yang membuat saya ingin berlama-lama di Pare adalah orang-orangnya yang ramah, termasuk pendatang yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, termasuk saya yang dulunya judes jadi ramah 😀 mungkin karena terbawa suasana sekitar yang belum begitu materialistis.

Yang uniknya adalah orang-orang tidak memandang umur untuk belajar. Mereka tidak malu meski sudah berkepala tiga dan harus duduk bersama dengan saya yang masih polos-polos anak SMP 😉 Dan begitulah, akhirnya saya berkawan dengan seorang mahasiswa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta.

Mungkin belum begitu banyak yang tahu LIPIA, meski begitu alumninya telah tersebar di berbagai bidang seperti Ahmad Heryawan, Gubernur Jabar. Jika dilihat sekilas kita bisa mengetahui orang lulusan LIPIA dengan meneliti gelarnya. Lulusan LIPIA bergelar LC, sama seperti lulusan Universitas Al Azhar Cairo Mesir.

Oke balik lagi ke topik, namanya Adalah Kholid, Muhammad Kholid Mustofa. Saya biasa memanggil Mister Kholid untuk menghormati umurnya yang lebih tua. Beliau kawan satu asrama, meski bukan kawan satu tempat kursusan. Kesan pertama yang timbul pertama kali berkenalan dengannya adalah orangnya cerdas, dan gak mau kalah 😛

Kelak kesan yang saya buat adalah benar adanya karena bertahun-tahun kemudian ketika saya mulai mengetahui ternyata beliau termasuk mahasiswa “ akselerasi” dari waktu normal kuliah 7 tahun menjadi 4 tahun. Kemudian beliau telah sukses menyelesaikan hafalan Quran nya, tumpas blas 30 juz dihapalken ngolotok. Satu hal yang membuat saya teringat sampai sekarang adalah nilai test Bahasa Iggrisnya di asrama yang jauh melebihi nilai saya, padahal saya berada di Pare 1 bulan lebih dulu daripadanya, hhe sungguh membuat jengkel :p

Berasal dari keluarga yang sederhana, bahkan pas-pasan tak membuat beliau menghentikan api semangat untuk terus menimba ilmu. Mungkin sosok ayah yang telah meninggalkan keluarganya membuat mentalya sekeras baja, berani bertindak meski minim pengalaman; dan hasilnya adalah seorang yang tangguh dan berkualitas.

Darinya saya belajar banyak hal, agar lebih mudah saya tuliskan perpoin:

  1. Butuh kerja keras dan semangat yang luar biasa untuk menggapai cita-cita.
  2. Kerja keras saja tidak cukup, perlu ke-kreatif an juga. Istilahnya kerja keras dan kerja cerdas. (Beliau telah merintis usaha sendiri yang cukup besar sejak kuliah)
  3. Kerja keras dan  kerja cerdas saja sebenarnya belum cukup lho, perlu ahlak yang baik, baik ahlak pada manusia maupun pada Allah. Intinya jadi orang ALIM, hhe…
  4. Yang terakhir, jika telah mendapatkan berbagai kenikmatan dari Allah, keep calm and just be a low profile person

Sekarang Beliau telah berkeluarga dan mempunyai seorang buah hati, namanya Aisya Izza Azka Azzahra, cantik kan namanya 😉 Beliau tinggal di Solo diamanahi sebagai salah satu penanggungjawab Madrasah Ibtidaiyyah Tahfidzul Qur’an (MITQ).

Satu lagi pelajaran yang dapat saya ambil; Insyaallah lelaki sholeh akan mendapat jodoh wanita sholehah pula, maka bersabarlah jangan sampai terjatuh dalam perangkap cinta sesaat xixixixixi…… 😀

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya!

Mas Kholid & Mbak Linda